Berita

Harga Emas Terseok

foto

Harga Emas Terseok

Pada 5 Oktober 2016, harga emas turun tajam sebesar $43 atau terbesar sejak tiga tahun terakhir. Hal ini di luar prediksi beberapa analis yang menyatakan bahwa harga emas akan terkoreksi sampai dengan S 1.290. Kondisi ini lebih disebabkan oleh aksi stop-loss selling investor. Sedangkan dari sisi fundamental pergerakan harga emas dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

  • Meningkatnya optimisme terhadap kondisi keuangan Amerika

Dari beragam data ekonomi yang baru-baru ini direlease, sebagian besar menunjukkan trend yang positif, diantaranya yaitu aktivitas manufaktur, sektor jasa dan klaim pengangguran. Dalam laporan Institute of Supply Management (ISM), indeks aktivitas manufaktur naik menjadi 51,5 dibandingkan bulan Agustus 49,4. Demikian juga dengan indeks non-manufaktur pembelian manajer (PMI) yang naik menjadi 57,1 dari 51,4. Klaim pengangguran berkurang ke level 249.000 di bawah estimasi 257.000 dan capaian pekan sebelumnya 254.000.

  • Menguatnya dollar

Dollar menguat hampir terhadap mata uang lainnya seiring dengan optimisme pertumbuhan ekonomi AS yang positif dan memburuknya kesehatan bank sentral di Uni Eropa. Kecuali di dalam negeri rupiah semakin kuat terhadap dollar didorong oleh sentimen positif pertumbuhan ekonomi dan isu tax amnesty di tingkat nasional.

  • Ekspektasi pasar terhadap suku bunga The Fed

Pada FOMC (Federal Open Market Committe) 21-22 September lalu, Janet Yellen mengumumkan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga eksisting. Kabar ini berdampak positif terhadap harga emas yang naik sesaat. Kini di tengah indikator perekonomian yang positif, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga di akhir tahun meningkat sampai dengan 65%. Beberapa pejabat the Fed juga mengeluarkan pendapat yang senada. Antara lain Jeffrey Lacker (4 Oktober) yang mengemukakan bahwa dengan melihat history Amerika ke belakang, dengan perbandingan data-data ekonomi yang sama, maka interest rate tidak lagi di level 0,25% - 0,5% melainkan di atas 1,5%. Kekuatiran lain muncul dari Wiliiam C. Dudley (3 Oktober), dengan kondisi interest rate rendah seperti ini, jika ke depannya Amerika menghadapi resesi, maka kebijakan moneter akan sulit diambil. Selama beberapa dekade terakhir yaitu sejak bank sentral AS mempertahankan tingkat suku bunga rendah untuk memberi ruang terhadap pemulihan ekonomi pasca resesi tahun 2008.

  • Menurunnya demand physical gold

Negara konsumen emas terbesar dunia adalah India, disusul Cina. Memasuki wedding festive permintaan emas meningkat. Namun gaya hidup masyarakat India dinilai mulai shifting terutama generasi muda yang lebih melek finansial. Generasi muda India lebih risk taker dan beralih ke pasar bursa yang memberikan yield yang lebih tinggi.

  • Kondisi politik dan Pemilu AS

Publik Amerika akan menghadapi event penting tahun ini di tanggal 8 November 2016, ketika harus memberikan suaranya untuk kandidat Presiden. Debat pertama capres Amerika tanggal 27 September, diperkirakan telah menyedot perhatian 100 juta orang, terbanyak dalam sejarah pertelevisian. Debat tersebut bisa dikatakan dimenangkan oleh Hillary dari Partai Demokrat. Kedua kandidat mempunyai pandangan politik dan ekonomi yang berbeda. Jika Hillary terpilih, maka kemungkinan dia akan meneruskan kebijakan Obama. Sedangkan jika Trumph yang terpilih, maka Amerika dan juga glonal akan dihadapkan pada banyak ketidakpastian.

Hubungan diplomatik AS dan Rusia memanas akhir-akhir ini. AS menyatakan memutuskan hubungan bilateral dengan Rusia dengan alasan Rusia tidak memegang komitmen untuk segera menghentikan kekerasan di Suriah. Pada 9 September lalu kedua negara sepakat melakukan gencatan sejatata di Suriah. Tapi kesepakatan itu runtuh setelah kedua pihak saling melempar tuduhan mengenai penyebab kegagalan. Sejak pekan lalu, Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang didukung oleh milisi Iran dan kekuatan Angkatan Udara Rusia, melakukan serangan intensif ke wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo terkait dengan kelompok ISIS dan front al-Nusra. Pemutusan hubungan diplomatik tersebut direspon Rusia dengan menangguhkan perjanjian pelucutan nuklir dan sebaliknya menuding Amerika bersekutu dengan teroris. Ketegangan ini akan berpengaruh terhadap kestabilan global.

Secara umum, emas mempunyai korelasi negatif baik terhadap nilai tukar dollar dan tingkat suku bunga, dan berkorelasi positif dengan pergerakan harga minyak dunia. Namun hubungan emas dan minyak tidak selamanya berjalan positif. Emas dengan sifat intriksinya sebagai safe haven menjadi menarik jika investior dihadapkan pada ketidakpastian. Pada perekonomian yang cenderung stabil dengan suku bunga yang meningkat, maka investor lebih memilih instrumen yang memberikan yield lebih tinggi.

Nuning Septi Wahyuningtyas

BERITA


ACARA


ARTIKEL


Servis






Galeri Foto

portfolio7

Galeri

Detail Galeri

portfolio7

Galeri

Detail Galeri

portfolio7

Galeri

Detail Galeri

portfolio7

Galeri

Detail Galeri