Berita

Dana Repatriasi Bisa Dialihkan ke Emas Batangan

foto

Dana Repatriasi Bisa Dialihkan ke Emas Batangan

(Repatriation of Fund Can Be Diverted into Gold Bar)

Sampai dengan 30 September, jumlah harta yang dilaporkan mencapai Rp 3.625 triliun, terdiri dari harta di dalam negeri sebesar Rp Rp 2.536 triliun dan dana di luar negeri senilai Rp 952 triliun. Sedangkan repatriasi dana mencapai Rp 137 trilliun dengan total tebusan sebesar Rp 89,2 trilliun. Nilai tersebut masih berada di bawah target yaitu deklarasi Rp 4.000 trilliun, repatrasi Rp 1.000 trilliun dan tebusan 165 trilliun.

Periode pertama Program Tax Amnesty dengan tarif tebusan 2% telah berakhir pada 30 September. Periode selanjutnya mulai 1 Oktober – 31 Desember 2016 dikenakan tarif 3%, sedangkan periode ketiga 1 Januari – 31 Maret 2017 berlaku tarif 5%. Tarif tersebut juga berlaku bagi wajib pajak yang hendak melaporkan harta (deklarasi) di dalam negeri. Sedangkan wajib pajak yang hendak mendeklarasi harta di luar negeri, dikenakan tarif masing-masing 4%, 6% dan 10% untuk ketiga periode tersebut.

Dana repatriasi terbesar berasal dari Singapura (57,71%), kemudian Camay Island, Hongkong, Cina dan Virgin Island. Kementerian Keuangan RI telah menetapkan 3 institusi keuangan sebagai Gateway dana repatriasi, yakni Bank Umum (bank persepsi), Manajer Investasi, dan Perusahaan Pedagang Efek. Selanjutnya dana repatriasi dibuatkan rekening khusus dan diinvestasikan di instrumen dalam negeri selama 3 (tiga) tahun. Instrumen yang tersedia antara lain surat berharga negara, obligasi BUMN, investasi keuangan pada bank persepsi, obligasi perusahaan swasta yang perdagangannya diawasi OJK, investasi infrastruktur melalui kerjasama pemerintah dan badan usaha, investasi sektor riil dan berdasarkan bentuk prioritas, saham, unit penyertaan reksa dana, deposito, tabungan, giro, produk asuransi, dana pensiun, properti dan emas batangan.

Secara spesifik dalam PMK no 122 tahun 2016, disebutkan investasi emas batangan yang dimaksud adalah emas batangan/ lantakan, dengan kadar kemurnian 99,99%, diproduksi di Indonesia mendapat akreditasi dan sertifikat dari Standar Nasional Indonesia (SNI), dan atau London Bullion Market Association (LBMA).  Terkait hal tersebut, Antam sebagai produsen emas batangan dengan merek Logam Mulia dan satu-satunya refinery di Indonesia yang telah memperoleh sertifikat LBMA, siap membantu upaya pemerintah dengan program BRANKAS (Berencana Aman Kelola Emas) bekerjsama dengan bank gateway. BRANKAS memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian dan penjualan franchise emas batangan secara online, termasuk fasilitas penyimpanan. Kelebihan lainnya dalah harga yang ditawarkan lebih kompetitif dibandingkan produk emas batangan dan fasilitas pembayaran zakat bekerjsama dengan BAZNAS. Untuk lebih jelasnya dapat diakses ke www.brankaslm.com.

Nuning Septi Wahyuningtyas

BERITA


ACARA


ARTIKEL


Servis






Galeri Foto

portfolio7

Galeri

Detail Galeri

portfolio7

Galeri

Detail Galeri

portfolio7

Galeri

Detail Galeri

portfolio7

Galeri

Detail Galeri